Senin, 25 November 2013

Pengmasy

Bintang..
Terlihat begitu indah ketika banyak berkumpul
ya, indah banget
Mereka seperti saling menerangi satu sama lain
dengan cahaya yang tidak terlalu terang, tetapi karena mereka banyak dan seperti berkumpul
titik-titik cahaya itu seperti memberi sebuah petunjuk kepada bintang yang lain
Bukan hanya untuk para bintang, tetapi manusia dan makhluk lainnya juga akan merasa kagum dengan indahnya mereka
indahnya kebersaman bintang-bintang itu di langit

Semua juga tau, tidakkan ada jalan yang mulus
di sudut, di tepian bumi sekalipun
Kerikil dan tajamnya cadas juga telah dan akan terus menanti
Bukan apa-apa jika berulang kali terjatuh
Disetiap kali itu terdapat makna
Bukan apa-apa terjatuh lagi
Disetiap kali itu terdapat hidayah
Dan bukan apa-apa terjatuh lagi
Karena disetiap itu juga terdapat sambutan
Sambutan yang begitu lembut, ikhlas, dengan senyum berasal jauh dari dalam hati
dengan tidak membiarkan hanya untuk terjatuh

Dalam perjalanan ini, hembusan dan terpaan angin
begitu kuat, begitu kencang
Merayu dan menggelitik telinga
dan hati ini untuk beralih mengikuti arahnya
Dia tidak mengerti kemana tujuan ini
hanya terus mencoba membujuk mengikutinya
Bahkan terdapat bisikan dalam diri yang menyetujui keinginannya
Namun kekuatan senantiasa selalu ada
untuk tegar, untuk melawan kuatnya terpaan itu

Di separuh skenario ini
mungkin belum cukup bagi kita menyudahinya
bukan hanya tentang emban amanah
bukan juga hanya tentang suatu periode
mungkin belum cukup kuat ruhiyah ini
hanya mengenal dan melakukan apa yang menjadi kewajiban
juga masih belum cukup kuat ruhiyah ini
tidakkah ada yang lebih dari sekedar itu semua ?

Di separuh skenario ini
lukisan sisi kehidupan yang belum pernah terlihat
perlahan terbuka, tentunya dengan mata hati
menjadi suatu hal yang istimewa
sepertinya Dia telah memberi isyarat baik
karena hal ini menjadi pelajaran hidup
sekaligus pengalaman dari sebuah perjalanan singkat
untuk menempuh perjalan panjang nantinya

Di separuh skenario ini
Ada berbagai tutur kata yang diucap
Berbagai tingkah laku dilakukan
Berbagai goresan dituangkan
Masih teringat jelas akan itu
Serangkaian kekhilafan juga turut mengiringi
Namun serangkaian kata maaf lah yang mengobati

Di separuh skenario ini
Tidak lah menjadi perjalanan yang indah
tentunya dengan sebuah kehadiran
kehadiran yang penuh harapan disetiap kita
harapan yang begitu kuat untuk saling mengisi
Ingin rasanya menahan waktu
tapi apa daya, Dia lah yang pantas melakukannya
Ah, gak boleh begini
Memang sudah waktunya nanti
mungkin akan ada sepenggal cerita yang sama dari yang sebelumnya

Dan lagi..
Masih belum cukup kuat ruhiyah ini

Selasa, 05 November 2013

Kebersamaan kami

4 hari yang lalu, gw bersama temen temen dan senior senior ngadain kegiatan semacam training kepemimpinan gitu. Yups, kegiatan ini ditujuin buat adik adik mahasiswa baru. Alhamdulillah kegiatan berjalan baik.
Yang namanya suatu event, acara, atau kegiatan itu jelas lah ya pasti ada suka dukanya, termasuk kegiatan kami ini. Jujur aja, sewaktu gw jadi peserta dulu, gw ngerasa ni kegiatan apa sih ? Rada ga nyambung gitu dengan temanya. Tapi akhirnya gw tau setelah gw udah resmi menjadi anggota kepengurusan bareng temen dan senior2 gw yg waktu itu ngebayat di acara tsb..

Nah di acara yg kemaren ini gw udah masuk kepanitian sob hehe.. Sebenernya juga udah dibagiin tuh ya divisi-divisinya, tapi pas di TKP, ternyata panitia kekurangan anggota, jadinya yah saling membantu pelaksanaan acaranya. Yaudah akhirnya kita semua saling mengisi. Awalnya juga gw ga dimasukin ke jadwal buat jadi mc dan moderator menemani pembicara, tapi karena sikon yg tadi, yah akhirnya gw relain dah tu. Belum pernah pernah gw bawain tuh job, tapi yah dengan ucapan bismillah gw jalan aja, gw lakuin demi panitia yg lain demi acara kami ini. Gerogi pasti, tapi gw rasa juga wajar lah ya namanya jugakan baru pertama bicara didepan banyak orang hehe..
Dan..sampai kegiatan pun selesai, kita semua sangat bersyukur :)

Sebenernya, bukan sekarang tulisan ini mau gw posting, nanti saat waktunya tiba, tapi karena pikiran gw sedang berkecambuk dan terus memikirkan cerita didalamnya, juga inspirasi gw sedang lagi banyak membanjiri, yaudah sokk aja gw tulis :D

Beriring dengan detik yang terus saja berlalu, ga terasa, ini merupakan tahun bagi angkatan gw untuk memegang atau menempati pimpinan divisi/departemen di organisasi gw ini sob. Memang sih, gw udah komit untuk jadi KaDept di salah satu divisi yang ada, yah kalo lo mau tau namanya itu Pengabdian Masyarakat atau kita nyebutnya Pengmasy. Hal yang pertama yg gw pikirin bukannya gimana persiapan gw buat ntar megang tuh divisi, apa porgram gw buat tuh divisi.. tapi malah gw ngerasa sedih, sediih banget, iya sedih :" bukan karna gw harus mengemban tanggung jawab yg gak mudah, bukan, gw sedih karena mungkin gak lama lagi harus berpisah dengan abang kakak senior gw.. Yah, selama ini mereka cukup banyak membimbing gw dan temen-temen, bukan hanya dalam kepengurusan, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari gw disini. Mereka banyak memberikan pandangan-pandangan yang luar biasa yang belum pernah gw ketahui. Mereka juga gak jarang menjadi tempat untuk tukar pikiran, dan curhatan buat gw, yaa apapun itu, masalah kampus, pelajaran, bahkan untuk hal yang gak penting sekalipun.

Flash back lagi ke kegiatan pelatihan saat itu, setelah acara internalisasi saat membentuk lingkarang dan menyanyikan lagu .... gw hayatin tuh lagu sampai akhirnya air mata gw jatuh, bukan karena liriknya yang sedih, tapi karena gw berpikir jauh, mungkin diacara yg selanjutnya gw gak lagi ngeliat banyak abang kakak senior gw yang hadir dalam kebersamaan itu. Mereka mungkin udah sibuk dengan tugas akhirnya untuk segera dituntaskan agar segera lulus dari kampus kami ini :') Ah biarlah, gw ga boleh egois, mereka juga kan punya mimpi dan cita cita yang harus dikejar, sama seperti gw dan temen temen lain pastinya.

Seperti tak ingin berlari, selalu aja ada momen yang membuat gw menjadi kangen untuk melakukannya lagi bersama mereka. Bukan membahas kegiatan ataupun diskusi tentang ini itu, tapi hal yang membuat gw lupa bahwa gw udah bukan anak kecil lagi.
Kak Rizky atau si bos desain, orang yang paling sering gw jahilin, hehe.. tapi ga pernah marah sedikit pun, padahal udah dibuat sampe se-bete mungkin. Pernah juga gw jahilin daging kiriman orang tuanya :D *maap ya kak* bukannya marah, malah nawarin ke gw untuk makan tuh daging :" *terharu*. Dari dia lah gw banyak belajar untuk tetap tersenyum meskipun suasana hati sedang tidak baik. Makasih "kak ky" :)
Kak Luthfi, orang yang paling sering pake sarung kalo lagi dikosan :D Dari dia, banyak belajar akan semangat dan kontribusi akan suatu hal.
Kak Haidir,  

Selama kita berjalan, selama kita bersama, gak sedikit juga pengalaman, pelajaran yang didapat, selalu aja ada cerita menarik didalamnya.

Tidak lupa juga, ada 1 tempat yang menjadi markas besar kami bagi para ikhwan, yap, "Rumpres" namanya, alias Rumah Prestasi. Disini menjadi tempat berkumpulnya

Selasa, 29 Oktober 2013

Something Words

Hei..
iya, kamu..
kenapa ? udah lupa ?
masih ingat kan ?
Baiklah, abaikan

Sudah berapa lama begini?
Tidak pernah ada nyanyian
Tidak pernah ada kehadiran

Seharusnya masih ingat sama perkataan waktu itu
jangan tanya padaku, semua itu masih tersimpan rapih dalam ingatanku
kamu gimana ?
Aku masih ragu
Maaf bukan bermaksud mengusikmu
tapi, yaa.. hmm
hanya aja aku masih belum bisa lupa dengan ingatan waktu itu
benar, saat kita pernah sesaat seperti menghentikan waktu
dan mengucapkan kalimat itu
Saat ku menuliskan bait ini, angin menghembuskan auranya
semilir ringan dan membawaku pada ingatan itu
Mungkin aku masih cukup penakut untuk menyampaikannya
sama seperti waktu dulu, waktu aku dan kamu pernah menjadi kita
Sembari meneguk secangkir kopi ini, cukup deras aliran darah menerbangkan jauh memoriku

Ga tau kenapa serasa ingin menanyakan lagi tentang perkataan itu padamu
Setujukan bila ku sebut janji ?
Ah mungkin terlalu berat untukmu
Lalu harus disebut apa ?

Sebelum terlalu jauh ku bawa, akan kah ini adil untuk kita?
Mungkin iya bagimu, tapi tidak untukku
Atau mungkin kau sudah jauh melupakannya
jauh sebelum aku mengusik ini kembali
Atau masih kah kau seperti saat itu?
Ah maaf aku terlalu banyak bertanya..
Yah setidaknya aku masih bisa mengenangnya
mengenang perkataan kita saat itu
walaupun kamu tidak
mungkin juga mengenangmu

Kembali angin berhembus, mendesir pelan
mungkin ia tau harus berbuat apa
ya, seperti menyampaikan ceritaku ini
tapi tenang, dia tidak bermaksud mengganggumu
dia hanya menerbangkannya saja
membawa pergi cerita ini, jauh, tanpa arah

Ada rasa ingin untuk sesaat bertemu denganmu lagi
ingin mencarimu
Banyak yang ingin ku ceritakan
juga banyak yang ingin ku dengar darimu
Tapi itu membuatku terlalu egois
Jadi mungkin cukup lewat layar ini aja aku bercerita
Jangan khawatir, aku hanya ingin bercerita
Tenang, bukan tentang keburukanmu

Hampir memasuki waktu subuh
Namun aku masih melihat taburan bintang di langit
indah sekali kulihat
Tampaknya langit tidak mendung
Di kejauhan sana, mereka berkumpul, memancarkan cahayanya
Seperti menerangi satu sama lain
menjadikan titik titik cahaya itu seperti ada pesan yang ingin disampaikannya
Sejenak aku berpikir, tidak jauh beda dengan tulisan yang buat saat ini
hanya saja tidak tau bagaimana menyampaikannya
tidak seperti mereka yang menyampaikannya dengan cahaya mereka
Tidakkah kau berpikir begitu ?

Beberapa waktu lalu saat ku dengar kabar baikmu itu
Sontak saja aku cukup senang
Memang kau pantas menerimanya
Namun kau perlu tau
Aku cukup lama mengumpulkan keberanian untuk menghubungimu
sampai akhirnya kau memulai percakapan singkat itu
Walau hanya berdurasi beberapa detik
aku sudah sangat senang
dan kukira kau juga senang saat itu
ya tentunya dengan kondisimu saat itu
mungkinkah karena ku coba untuk menghubungimu?
Ah sudah, abaikan
Mungkin kau hanya sekedar berbagi kebahagiaanmu pada orang lain
ya, orang lain

Kini hanya bisa melihatmu secara diam-diam
Aku masih terlalu takut membuatmu terganggu
Aku hanya berharap, jika ada kabar baik lagi, segera beritahu aku
Aku akan menjadi bagian dari kebahagiaan itu
Walaupun sampai di-saat-itu
yang membuat kalimat itu sudah bukan menjadi apa apa lagi
Kau tidak perlu menghawatirkannya
Semua baik-baik saja


*seketika hujan turun sob :')*